Jumat, 07 Oktober 2011

EKONOMI KOPERASI

KOPERASI PUSAT BISNIS & KEWIRAUSAHAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA

LATAR BELAKANG

Pusat Bisnis & Kewirausahaan Universitas Gunadarma adalah salah satu unit lembaga pengembangan kemahasiswaan yang didirikan & dikembangkan oleh Diploma Tiga Bisni & Kewirausahaan Univeritas Gunadarma pada pertengahan Februari 2008.
Latar belakang berdirinya unit Pusat Bisnis & Kewirausahaan di lingkungan Universitas Gunadarma adalah untuk mengembangkan kreatifitas & kemampuan mahasiwa dalam hal-hal diluar poteni akademik serta mengembangkan potensi jiwa kewirausahaan, sehingga diharapkan akan menciptakan lulusan-lulusan yang mampu bersaing dalam menghadapi persaingan pasar bebas & menciptakan berbagai bursa lapangan kerja yang pada akhirnya akan membantu program pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja baru.
Universita Gunadarma sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang memiliki tugas membentuk generasi penerus yang berintelektual tinggi & berwawasan teknologi informasi & komunikasi (TIK) mengharapkan unit lembaga Pusat Bisnis & Kewirausahaan diharapkan dapat menciptakan pribadi wirausahaan yang berintelektual tinggi & berwawasan teknologi informasi & komunikasi (TIK).
Dengan demikian, para wirausahaan tersebut mampu mengembangkan unit-unit usaha yang memanfaatkan teknologi informai & komunikasi yang dapat bersaing di pasar domestic maupun pasar global.

            VISI:
Mewujudkan lembaga usaha mandiri yang berintelektual dan berwawasan teknologi informasi & komunikasi (TIK).
MISI:
1.      Pusat Bisnis & Kewirausahaan lembaga yang selalu berkarya & mandiri
2.      Mengembangkan & memanfaatkan teknologi informasi & komunikasi (TIK).


Pusat Bisnis & Kewirausahaan Universitas Gunadarma telah berhasi mengembangkan beberapa unit usah diantaranya:
1.Galery Display Tampilan Produk Karya Mahasiswa
            Galery Display Produk Karya Mahasiswa merupakan sarana display berbagai produk hasil karya mahasiswa Universitas Gunadarma, sehingga dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih berkreasi & mengembangkan potensi kemampuan “softskill” yang dimilikinya dibidang wirausaha.
Galery menyediakan kebutuhan mahasiswa, doen & karyawan, mulai dari ATK khas Gunadarma, aksesoris computer, pulsa telepon seluler, aksesoris khas Gunadrama, kosmetik, pakean & produk industry kreatif lainnya.

2.      Industry Kreatif & Souvenir
Unit Kerja yang menjadi sarana penunjang untuk pengembangan kreatifitas & inovasi para Civitas Akademika Universitas Gunadarma dengan belajar membuat & mengolah produk-produk inovatif yang bernilai ekonomi & bernilai seni, sehingga dapat menjadi produk-produk unggulan yang beraing.
Unit Kerja Industry Kreatif & Souvenir Pusat Bisnis & Kewirausahaan dapat memproduksi sendiri beraneka macam souvenir hasil inovasi & kreatifitas Civitas Akademika Universitas Gunadarma, diantaranya mug souvenir, pin & produk souvenir lainnya.
Unit Kerja Industry Kreatif & Souvenir Pusat Bisnis & Kewirausahaan juga dapat menerima pesanan pin (ukuran kecil & besar), gantungan kunci, kaos sablon, tas sablon, mug digital printing, cetak photo digital, cetak kartu nama, cetak ID-Card, cetak spanduk, dll.

3.      Program Perguliran Dana (Untuk Mahasiswa)
Merupakan salah satu kegiatan pemberian pinjaman modal kerja yang diberikan kepada seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma sebagai langkah awal untuk mendorong munculnya jiwa bisnis & berwirausaha yang terdapat dalam diri mahasiswa dengan memanfaatkannnya dalam bentuk berbagai macam usaha kecil yang kreatif & inovatif.

4.      Konsultasi Bisnis
Yang terbuka bagi para penerima modal pinjaman modal kerja dalam bentuk Kegiatan perguliran dana pada khususnya, serta kepada seluruh Civitas Akademika Universitas Gunadarma & masyarakat pada umumnya yang ingin maupun yang sedang melakukan kegiatan usaha.

STRUKTUR ORGANISASI

Dewan Pembina                      : Dr. Aris Budi Setiawan (Dosen D3 Bisnis Manajemen)
Ketua                                      : Bpk. Miftah Ardiansyah SSI, MMSI
Wakil Ketua                            : Bpk. Roswan Budi Utomo SE, MM
Penanggung Jawab Harian      : Ibu Lasminiasih SE, MM
Kepala Bidang                                   
1.      Keuangan                    : Ibu Lasminiasih SE, MM
2.      Marketing                    : Bpk. Yananto Mihadi SE, MM
3.      Kepala Produki           : Bpk. Yananto Mihadi SE, MM
4.      Kepala SDM               : Ibu Mulatsih SE, MM
5.      Dan macam-macam asisten

Modal awal Koperasi Pusat Bisnis & Kewirausahaan Universitas Gunadarma kurang lebih Rp. 20.000.000-, yang mendapat surat izin rector Univeritas Gunadarma.



Nama Anggota Kelompok :
1. Cinthia Febriani      (21210595)
2. Fathia Nafira Fariz (29210128)
3. Sarah Nadia            (28210925)
4. Susilona Agustina    (26210757) 



           







Selasa, 10 Mei 2011

PROSPEK EKONOMI INDONESIA TAHUN 2011

Perekonomian Indonesia pada tahun 2010 cukup menggembirakan di karenakan saat sebagian besar negara di dunia mengalami pertumbuhan negatif, Indonesia justru malah mengalami pertumbuhan perekonomian dengan laju sekitar 6%, yaitu pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat mencapai 5,5-6% dan meningkat pada tahun 2011 menjadi 6,0-6,5%. Sehingga dengan demikian maka prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya.

Di laporkan oleh World Economic Forum bahwa peringkat daya saing Indonesia untuk 2010-2011 naik 10 tingkat di angka 44 dari peringkat sebelumnya yang berada di level 54. Kenaikan tersebut terutama didorong kinerja makro ekonomi yang sangat baik sehingga kinerja ekspor tumbuh pesat.
 
Bukan hanya itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga disebabkan karena pemulihan global yang terlihat jelas dari berbagai indikator ekonomi baik di negara maju yakni Amerika Serikat & Jepang maupun di kawasan Asia yakni China & india yang menjadi mitra dagang Indonesia. Seperti di AS pemulihan terlihat pada pengeluaran konsumsi masyarakat yang terus menguat di sertai dengan peningkatan respon di sisi produksi. Sementara di Jepang, ditandai oleh pertumbuhan positif pada triwulan terakhir 2009. Di Cina & India pemulihan tercermin pada laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sehingga berbagai perbaikan tersebut di atas memberikan dampak positif bagi negara-negara yang menjadi mitra dagangnya, termasuk Indonesia.

Dampak positif yang ditimbulkan pemulihan ekonomi global terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia, tidak hanya terjadi pada peningkatangkatan ekpor komoditas pertanian & pertambangan tetapi juga pada ekspor komoditas manufaktur mulai mengalami peningkatan. Perkembangan tersebut mendukung pertumbuhan di sektor industri & sektor perdagangan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan. Akibat peningkatan ekspor terebut, aktivitas impor juga mulai mengalami peningkatan, meski pada tingkat yang masih rendah.

Selain membaiknya kinerja ekspor, perbaikan lainnya juga ditunjukkan oleh kegiatan konsumsi swasta. Hal ini dikonfirmasi oleh peningkatan berbagai indikator konsumsi, seperti impor barang konsumsi, penjualan motor & mobil erta penjualan ritel. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi rumah tangga diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan pendapatan yang lebih tinggi karena income effect dari perbaikan ekspor & terjaganya tingkat keyakinan konsumen.
Sehingga semua hal tersebut di atas menimbulkan keyakinan pada investor asing terhadap Prospek Ekonomi Indonesia yang semakin membaik tercermin pada surplus transaksi modal & financial yang masih cukup tinggi.

Sumber ---->>>   
  • http://www.newsbanking.com/2010/09/prospek-ekonomi-indonesia-2010-2011.html 
  • http://berita.liputan6.com/ekbis/201012/312293/Prospek.Ekonomi.Indonesia.2011.Menjanjikan
Time 1:29 PM

Senin, 09 Mei 2011

Harapan Hidup adalah angka (dalam arti statistik) yang diharapkan tahun sisa hidup pada usia tertentu.

Sedangkan Harapan Hidup yang akan saya bahas adalah tentang "Tingkat Harapan Hidup Di Negara ASEAN"

Di bandingkan dengan negara di luar ASEAN, seperti Jepang, Korea, China, dll, tingkat harapan hidup di negara ASEAN masih relatif rendah dikarenakan perbedaan pada SDM, SDA, serta hal lainnya yang masih kurang efektif (maksimal).
Di bawah ini beberapa contoh Tingkat Harapan Hidup di negara ASEAN di antaranya Singapura, Malaysia, Filiphina, Thailand, Vietnam, Indonesia :
  • SINGAPURA adalah negara di ASEAN yang paling tinggi tingkat harapan hidupnya dari lima negara ASEAN lainnya yang di sebutkan di atas, karena singapura memiliki wilayah yang lebih kecil & masyarakat yang lebih sedikit dibanding Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam & Indonesia. Sehingga mempunyai lapangan pekerjaan yang lebih memadai dan penyebaran pendidikan yang merata. Data Tingkat Harapan Hidup di Singapura tahun 2001-2007 : 
    • 2001 (77,8)
    • 2002 (78,0)
    • 2003 (78,7)
    • 2004 (78,9)
    • 2005 (79,4)
    • 2006 (**)
    • 2007 (80,0)
  • MALAYSIA adalah negara ASEAN tertinggi kedua tingkat harapan hidupnya setelah Singapura, dengan data sebagai berikut :
    • 2001 (72,8)
    • 2002 (73,0)
    • 2003 (73,2)
    • 2004 (73,4)
    • 2005 (73,7)
    • 2006 (**)
    • 2007 (74,0)
  • FILIPINA adalah negara ASEAN ketiga yang tingkat harapan hidupnya tinggi dengan data yaitu :
    • 2001 (69,5)
    • 2002 (69,8)
    • 2003 (70,4)
    • 2004 (70,7)
    • 2005 (71,0)
    • 2006 (**)
    • 2007(72,0)
  • THAILAND adalah tingkat harapan hidup tertinggi keempat di ASEAN setelah Filipina, yaitu dengan data sebagai berikut :
    • 2001 (68,9)
    • 2002 (69,1)
    • 2003 (70,0)
    • 2004 (70,3)
    • 2005 (69,6)
    • 2006 (**)
    • 2007 (71,0) 
     
  • VIETNAM menempati peringkat kelima di negara ASEAN dengan tingkat harapan hidup tertinggi setelah Thailand, dengan data yaitu :
    • 2001 (68,6)
    • 2002 (69,0)
    • 2003 (70,5)
    • 2004 (70,8)
    • 2005 (73,7)
    • 2006 (**)
    • 2007 (74,0)
  • INDONESIA padatnya populasi penduduk di Indonesia di sertai dengan kurangnya lapangan pekerjaan dan pendidikan yang tidak merata di beberapa wilayah, dsb menempatkan Indonesia pada posisi keenam setelah Vietnam. Walaupun berada pada posisi terendah, tetapi tingkat harapan hidup di Indonesia terus meningkat di tiap tahunnya. Dengan perolehan data sebagai berikut :
    • 2001 (66,2)
    • 2002 (66,6)
    • 2003 (66,8)
    • 2004 (67,2)
    • 2005 (69,7)
    • 2006 (**)
    • 2007 (71,0)
keterangan : ** Data tidak tercantum dalam sumber.

Demikianlah data Tingkat Harapan Hidup di Negara ASEAN yang saya peroleh. Negara ASEAN lainnya seperti Brunei Darussalam, Myanmar, Laos, Kamboja rata-rata berada di atas Indonesia.
Untuk lebih jelasnya, berikut gambar grafik & tabel Tingkat Harapan Hidup di Negara-Negara ASEAN :
















sumber : http://www.ristek.go.id/file/upload/Referensi/2010/indikator/C5%20Pendidikan.pdf

Rabu, 23 Februari 2011

RINGKASAN SISTEM EKONOMI INDONESIA


SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

Perihal sistem ekonomi apa –atau bagaimana –yang diterapkan atau berlangsung di Indonesia.
Sistem ekonomi adalah  suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek, barang-barang ekonomi sebagai objek, serta seperangkat kelembagaan (kebiasaan, perilaku, dan etika masyarakat sebagaimana mereka terapkan dalam berbagai aktivitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumberdaya bagi pemenuhan kebutuhan) yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi.
Sistem Perekonomian di Indonesia telah ada sejak lama dan usianya hampir sama dengan Manusia. Karena persoalan ekonomi manusia telah tumbuh berkembang bersamaan dengan umur manusia di planet ini, maka demikian juga upaya untuk memecahkannya, tidak hanya untuk mempertemukan kedua tujuan itu, tetapi membuat kehidupan lebih nyaman dan mendorong kekuatan mereka terwujud berdasarkan visi mereka.
Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia sebelum orde baru
            Sejak berdirinya negara RI, sudah banyak tokoh-tokoh negara pada saat itu yang telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secara individu maupun diskusi kelompok.
            Seperti Bung Hatta sendiri, semasa hidupnya mencetuskan ide, bahwa dasar perekonomian Indonesia yang sesuai cita-cita tolong menolong adalah koperasi (Moh Hatta dalam Sri-Edi Swasono, 1985) namun bukan berarti semua kegiatan ekonomi harus dilakukan secara koperasi, pemaksaan terhadap bentuk ini justru telah melanggar dasar ekonomi koperasi.
            Demikian juga dengan tokoh ekonomi Indonesia saat itu, Sumitro Djojohadikusumo, dalam pidatonya di Amerika tahun 1949, menegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran.
            Menurut UUD 1945, sistem perekonomian Indonesia tercantum dalam pasal-pasal 23, 27, 33 & 34. Demokrasi Ekonomi dipilih karena memiliki ciri-ciri positif yang di antaranya adalah (Suroso, 1993):
·         Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
·         Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara & menguasai hajat hidup orang banyak yang di kuasai oleh negara.
·         Bumi, air & kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara & dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
·         Pengawasan terhadap kebijaksanaannya serta sumber-sumber kekuatan & keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat.
·         Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan & kehidupan yang layak.
·         Hak milik perorangan diakui & pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
·         Potensi, inisiatif & daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
·         Fakir miskin & anak-anak terlantar di pelihara oleh negara.
Dengan demikian di dalam perekonomian Indonesia tidak mengijinkan adanya :
·         Free Fiht Liberalism
·         Etatisme
·         Monopoli
Meskipun pada awal perkembangannya perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila, Demokrasi Ekonomi & ‘mungkin campuran’, namun bukan berarti system perekonomian liberalis & etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Awal tahun 1950an- 1957an merupakan bukti sejarah adanya corak liberalis dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme, yang mewarnai sistem perekonomian Indonesia pada tahun 1960an sampai dengan masa orde baru.
Keadaan ekonomi Indonesia antara tahun 1950- 1965an sebenarnya telah di isi dengan beberapa program & rencana ekonomi pemerintah. Di antara program-program tersebut adalah:
·         Program Banteng tahun 1950, yang bertujuan membantu pengusaha pribumi.
·         Program / Sumitro Plan tahun 1951
·         Rencana Lima Tahun Pertama, tahun 1955- 1960
·         Rencana Delapan Tahun
Walaupun demikian, semua program & rencana tersebut tidak memberikan hasil yang berarti bagi perekonomian Indonesia. Beberapa factor yang menyebabkan kegagalan adalah:
Ø  Program-program tersebut disusun oleh tokoh-tokoh yang relative bukan di bidangnya, namun oleh tokoh politik, dengan demikian keputusan-keputusan yang dibuat cenderung menitikberatkan pada masalah politik, bukan masalah ekonomi.
Ø  Kelanjutan dari akibat di atas, dana negara yang seharusnya di alokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi, justru di alokasikan untuk kegiatan politik & perang
Ø  Faktor berikutnya adalah terlalu pendeknya masa kerja setiap kabinet yang dibentuk (setiap parlementer saat itu). Tercatat tidak kurang dari 13x kabinet yang berganti pada ssat itu. Akibatnya program-program & rencana ekonomi yang telah disusun masing-masing kabinet tidak dapat dijalankan dengan tuntas.
Ø  Disamping itu program & rencana yang disusun kurang memperhatikan potensi & aspirasi dari berbagai pihak. Selain itu, putusan individu & partai lebih di dominankan daripada kepentingan pemerintah & negara.
Ø  Cenderung terpengaruh untuk menggunakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia (liberalis, 1950- 1957) & etatisme (1958- 1965)
Akibat yang ditimbulkan dari system etatisme yang pernah ‘terjadi’ di Indonesia pada periode tersebut, dapat dilihat dari bukti-bukti berikut:
v  Semakin rusaknya sarana-sarana produksi & komunikasi, yang membawa dapak menurunnya nilai ekspor kita.
v  Hutang luar negeri yang justru dipergunakan untuk proyek ‘Mercu Suar’
v  Defisit anggaran negara yang makin besar & justru ditutup untuk mencetak uang baru, sehingga inflasi yang tinggi tidak dapat di cegah kembali.
v  Keadaan tersebut masih di perparah dengan laju pertumbuhan penduduk sebanyak 2,8% yang lebih besar dari laju pertumbuhan ekonomi saat itu yakni 2,2%
Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia setelah Orde Baru
Iklim kebangsaan setelah Orde Baru menunjukkan suatu kondisi yang sangat mendukung untuk mulai dilaksanakannya sistem ekonomi yang sesungguhnya diinginkan rakyat Indonesia. Setelah melalui masa-masa sulit & penuh tantangan pada tahun 1945- 1965, semua tokoh negara yang duduk dalam pemerintahan sebagai wakil rakyat sepakat untuk kembali menempatkan sistem ekonomi kita pada nilai-nilai yang telah tersirat dalam UUD 1945. Dengan demikian Sistem Demokrasi Ekonomi & Sistem Ekonomi Pancasila kembali menjadi satu-satunya acuan bagi pelaksanaan semua kegiatan ekonomi selanjutnya.
Awal orde baru diwarnai dengan masa-masa rehabilitasi & perbaikan hampir diseluruh sector kehidupan tidak terkecuali sektor ekonomi. Rehabilitasi ini terutama ditujukan untuk:
·         Membersihkan segala aspek kehidupan dari sisa-sisa paham & system perekonomian yang lama (liberal/kapitalis & etatisme/komunis).
·         Menurunkan & mengendalikan laju inflasi yang saat itu sangat tinggi, yang berakibat terhambatnya proses penyembuhan & peningkatan kegiatan ekonomi secara umum.
Tercatat bahwa:
·         Tingkat inflasi tahun 1966 sebesar 650%
·         Tingkat inflasi tahun 1967 sebesar 120%
·         Tingkat inflasi tahun 1968 sebesar 85%
·         Tingkat inflasi tahun 1969 sebesar 9,9%

Dari data di atas, menjadi jelas, mengapa rencana pembangunan Lima Tahun Pertama ( REPELITA I) baru dimulai pada tahun 1969.

Selasa, 15 Februari 2011

TUGAS 1


Definisi Sistem Ekonomi menurut pandangan para ahli :
Ø  Menurut Drs.Wahyu Hidayat R.M.M yang berprofesi sebagai dosen, Sistem Ekonomi adalah mencakup keseluruhan prosesdan kegiatan masyarakat dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup atau mencapai suatu kemakmuran.
Ø  Menurut Gregory Grossman (1984), Sistem Ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri atas unit-unit dan agen-agen ekonomi serta lembaga-lembaga atau institusi-institusi ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga saling menopang dan mempengaruhi hingga ke tingkat tertentu.
Ø  Menurut Dumairy (1966), Sistem Ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antara manusia dengan seperangkat kelembagaan  dalam suatu tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakan pula bahwa system ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan filsafat pandangan dan pola hidup masyarakat.
Macam-macam Sistem Perekonomian :
1.      Sistem Perekonomian Kapitalisme, yaitu sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh kepada setiap orang untuk menjual barang dan sebagainya. Dalam sistem perekonomian kapitalis, semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya.
2.      Sistem Perekonomian Sosialisme, yaitu sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.
3.      Sistem Perekonomian Komunisme, yaitu sistem ekonomi dimana peran pemerintah sebagai pengatur sumber-sumber perekonomian. Setiap orang tidak boleh memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan Pemerataan Ekonomi dan Kebersamaan.
4.      Sistem Perekonomian Merkantilisme, yaitu sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan memperbanyak aset dan modal yang dimiliki Negara.
5.      Sistem Perekonomian Fasisme, yaitu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain. Dengan kata lain, fasisme merupakan sikap rasionalisme yang berlebihan.

sumber : (google.com) 11.34 am

Senin, 20 Desember 2010

TUGAS 8

(1) Dalam Bisnis Internasional dikenal 2 transaksi Bisnis Internasional, yaitu :

  • Perdagangan Internasional (International Trade)
  • Pemasaran Internasional (International Marketing)
Jelaskan apa beda kedua transaksi bisnis tersebut !
 Jawab : 
  • Perdagangan internasional (International Trade) adalah Kegiatan bisnis yang dilakukan antara negara yang satu dengan negara yang lainnya atau kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas negara. Dalam perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar Negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor & impor. Dengan adanya transaksi ekspor impor tersebut maka timbul neraca perdagangan antar negara (balance of tread), sedangkan
  • Pemasaran internasional (International marketing) adalah Keadaan suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan negara lain, perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri.Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri. Dalam hal ini maka pengusaha akan terbebas dari hambatan perdagangan & tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor.
(2) Coba jelaskan bagaimana tahap-tahap dalam memasuki bisnis internasional di mulai dari tahapan yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahapan yang paling kompleks !
Jawab : Tahapan memasuki bisnis internasional secara kronologis yaitu :
~ EKSPOR INSEDENTIL (Incident at Export)
   Dalam tahap ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli barang-barang & kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.
~ EKSPOR AKTIF (Active Export)
Dalam tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin & kontinyu & bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Pada umumnya transaksi ini ditandai dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komodity perdagangan internasional tsb. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu.
~ PENJUALAN LISENSI (Licensing)Dalam tahap ini negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya.
~ FRANCHISING
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk "Franchising".
~ PEMASARAN DI LUAR NEGERI
Bentuk ini akan memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang (Host Country) haruslah betul-betul secara aktif & mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi produknya di negeri asing (Home Country).
~ PRODUKSI & PEMASARAN DI LUAR NEGERI (Total International Business)
Tahap yang terakhir ini adalah tahap yang paling intensif dalam melibatkan diri dalam bisnis internasional. Bentuk inilah yang menimbulkan MNC (Multy National Corporation). Dalam tahap ini perusahaan asing datang & mendirikan perusahaan di negeri asing itu lengkap dengan segala modalnya, lalu melakukan proses produksi di negeri itu, kemudian menjual hasil produksinya itu di negeri itu juga & bahkan mungkin lalu di jualnya ke negara asing lagi sebagai ekspor dari negeri penerima tsb.

(3) Hambatan apa saja yang timbul dalam memasuki bisnis internasional ?
Jawab :Beberapa Hambatan dalam bisnis internasional, yaitu :
  1. Batasan perdagangan & tarif bea masuk
  2. Perbedaan bahasa, social budaya/cultural
  3. Kondisi politik & hukum/perundang-undangan
  4. Hambatan operasional
  5. Kualitas sumber daya yang rendah 

;;

By :
Free Blog Templates