Kamis, 01 Mei 2014
PERBEDAAN MODEL AKUNTANSI BIAYA TERKINI DAN KONVENSIONAL
0 comments Posted by Fathia Nafira Fariz at 21.53
Secara umum,
dalam akuntansi konvensional, laporan keuangan disajikan berdasarkan nilai
historis yang mengasumsikan bahwa hargaharga (unit moneter) adalah stabil.
Akuntansi konvensional tidak mengakui adanya perubahan tingkat harga umum
maupun perubahan tingkat harga khusus. Sebagai konsekuensinya, jika terjadi
perubahan daya beli seperti pada periode inflasi, maka laporan keuangan
historis secara ekonomis tidaklah relevan.
Pada periode
ini pendapatan umumnya dinilai lebih tinggi sedangkan aktiva tetap dinilai
lebih rendah. Sebenarnya, terdapat beberapa metode akuntansi mengenai pengaruh
perubahan harga, antara lain akuntansi harga tetap, akuntansi nilai sekarang,
dan akuntansi tingkat harga umum. Akuntansi tingkat harga umum akan mengadakan
restatement komponen-komponen laporan keuangan ke dalam rupiah pada tingkat
daya beli yang sama, namun sama sekali tidak mengubah prinsip-prinsip akuntansi
yang digunakan dalam akuntansi berdasarkan nilai historis.Pada prakteknya, kontroversi
yang menyangkut relevansi penggunaan akuntansi tingkat harga umum masih
berlanjut hingga saat ini. Beberapa argumentasi yang mendukung maupun menolak
penerapan akuntansi tingkat harga umum akan disajikan dalam artikel ini.
Demikian juga hasil dari dua penelitian mengenai pengaruh penerapan akuntansi
tingkat harga umum terhadap laporan keuangan akan diperbandingkan guna melihat
apakah penyesuaian berdasarkan akuntansi tingkat harga umum memang diperlukan.
Laporan Keuangan Biaya Historis Laporan Posisi Keuangan
1. Jumlah dalam laporan posisi
keuangan yang belum dinyatakan dalam unit pengukuran kini pada akhir periode
pelaporan, disajikan kembali dengan menerapkan indeks harga umum.
2. Pos-pos moneter tidak
disajikan kembali karena sudah dinyatakan dalam unit moneter kini pada akhir
periode pelaporan. Pos-pos moneter adalah uang yang dimiliki dan hal yang akan
diterima atau dibayar dalam bentuk uang.
3. Aset dan liabilitas, melalui
perjanjian, yang terhubung dengan perubahan harga misalnya index linked bonds
and loans, disesuaikan sesuai dengan perjanjian untuk memastikan jumlah saldo
pada akhir periode pelaporan. Pos-pos tersebut dicatat pada jumlah yang telah
disesuaikan dalam laporan posisi keuangan yang disajikan kembali.
4. Seluruh aset dan liabilitas
lain adalah nonmoneter. Beberapa pos nonmoneter dicatat pada jumlah kini pada
akhir periode pelaporan, seperti nilai realisasi neto dan nilai wajar,maka pos
tersebut tidak disajikan kembali. Seluruh aset dan liabilitas nonmoneter yang
lain disajikan kembali.
5. Sebagian besar pos-pos
nonmoneter dicatat pada biaya perolehan atau biaya perolehan dikurangi
penyusutan. Oleh karena itu, pos-pos tersebut disajikan sebesar jumlah kini
pada tanggal akuisisinya. Biaya perolehan, atau biaya perolehan dikurangi
penyusutan, yang disajikan kembali untuk setiap pos ditentukan dengan
menerapkan perubahan indeks harga umum dari tanggal akuisisi sampai akhir
periode pelaporan pada biaya historis dan akumulasi penyusutan. Misalnya, aset
tetap, persediaan bahan baku dan barang dagangan, goodwill, paten, merek dagang
dan aset serupa disajikan kembali dari tanggal pembeliannya. Persediaan barang
setengah jadi dan barang jadi disajikan kembali dari tanggal terjadinya biaya
pembelian dan biaya konversi.
6. Catatan rinci tanggal
perolehan dari unit-unit aset tetap mungkin tidak tersedia atau tidak dapat
diestimasi. Dalam keadaan yang jarang terjadi, hal ini mungkin diperlukan, pada
periode pertama kali menerapkan Pernyataan ini, untuk menggunakan penilaian
profesional independen atas nilai unit tersebut sebagai dasar penyajian
kembalinya.
7. Indeks harga umum mungkin
tidak tersedia untuk periode saat menyajikan kembali aset tetap yang
disyaratkan oleh Pernyataan ini. Dalam keadaan ini, entitas mungkin perlu untuk
menggunakan dasar estimasi, misalnya, pada perpindahan kurs antara mata uang
fungsional dan mata uang asing yang relatif stabil.
8. Beberapa pos nonmoneter
dicatat pada jumlah kini pada tanggal selain tanggal akuisisi atau tanggal
laporan posisi keuangan, misalnya aset tetap yang telah direvaluasi pada
tanggal sebelumnya. Dalam kasus ini, jumlah tercatat disajikan kembali dari
tanggal revaluasi.
9. Jumlah yang disajikan kembali
dari pos-pos nonmoneter dikurangi, sesuai dengan PSAK terkait, ketika jumlah
tersebut melebihi jumlah terpulihkan. Misalnya, jumlah aset tetap, goodwill,
paten dan merek dagang yang disajikan kembali dikurangi menjadi jumlah
terpulihkan, dan jumlah persediaan yang disajikan kembali dikurangi menjadi
nilai realisasi neto.
10. Investee yang mencatat dengan
metode ekuitas dapat membuat laporan dalam mata uang ekonomi hiperinflasi.
Laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif investee tersebut
disajikan kembali sesuai dengan Pernyataan ini untuk mengitung bagian investor
atas aset neto dan laba rugi. Ketika laporan keuangan investee yang disajikan
kembali dinyatakan dalam mata uang asing, maka laporan keuangan tersebut
dijabarkan pada kurs penutup.
11. Pengaruh inflasi biasanya
diakui dalam biaya pinjaman. Hal yang tidak sesuai untuk menyajikan kembali
pengeluaran modal yang dibiayai dengan pinjaman serta mengkapitalisasi bagian
biaya pinjaman untuk mengkompensasi inflasi selama periode yang sama. Bagian
biaya pinjaman ini diakui sebagai beban dalam periode saat biaya terjadi.
12. Entitas dapat memperoleh aset
dalam perjanjian yang mengizinkan entitas untuk menangguhkan pembayaran tanpa
menimbulkan beban bunga eksplisit. Ketika entitas tidak praktis untuk
menentukan jumlah bunga, maka aset tersebut disajikan kembali dari tanggal
pembayaran dan bukan tanggal pembelian.
13. Pada awal periode pertama
kali penerapan Pernyataan ini, komponen ekuitas, kecuali saldo laba dan surplus
revaluasi, disajikan kembali dengan menggunakan indeks harga umum dari tanggal
komponen ekuitas tersebut dikontribusikan atau muncul. Surplus revaluasi yang
timbul dalam periode sebelumnya dieliminasi. Saldo laba yang disajikan kembali
berasal dari seluruh jumlah lain dalam laporan posisi keuangan.
14. Pada akhir periode pertama
dan periode selanjutnya, seluruh komponen ekuitas disajikan kembali dengan
menerapkan indeks harga umum dari awal periode atau tanggal kontribusi, jika
lebih belakangan. Perpindahan dalam ekuitas pemilik selama periode diungkapkan
sesuai dengan PSAK 1 (revisi 2009)
Penyajian Laporan Keuangan. Laporan Laba Rugi Komprehensif
15. Pernyataan ini mensyaratkan
bahwa seluruh pos dalam laporan laba rugi komprehensif dinyatakan dalam unit
pengukuran kini pada akhir periode pelaporan. Oleh karena itu, seluruh jumlah
perlu untuk disajikan kembali dengan menerapkan perubahan indeks harga umum
dari tanggal pos pendapatan dan beban tersebut awalnya dicatat dalam laporan
keuangan.
Keuntungan atau Kerugian Posisi Moneter Neto
16. Dalam suatu periode inflasi,
jika entitas memiliki aset moneter melebihi liabilitas moneter, maka daya beli
entitas menurun; dan jika entitas memiliki liabilitas moneter melebihi aset
moneter, maka daya beli entitas meningkat sepanjang tidak terhubung dengan
suatu tingkat harga. Keuntungan atau kerugian posisi moneter neto tersebut
sebagai selisih aset nonmoneter, ekuitas dan pos-pos dalam laporan laba rugi
komprehensif yang disajikan kembali serta penyesuaian indeks yang terhubung
dengan aset dan liabilitas. Keuntungan atau kerugian tersebut dapat diestimasi
dengan menggunakan perubahan indeks harga umum menjadi rata-rata tertimbang
selama periode atas selisih antara aset moneter dan liabilitas moneter.
17. Keuntungan atau kerugian
posisi moneter neto termasuk dalam laporan laba rugi. Penyesuaian terhadap aset
dan liabilitas yang terhubung dengan perubahan harga perjanjian) sesuai dengan
paragraf 13, saling hapus dengan keuntungan atau kerugian posisi moneter neto.
Pos pendapatan dan beban lain, seperti pendapatan dan beban bunga serta selisih
kurs terkait investasi atau pinjaman dana, juga terkait dengan posisi moneter
neto. Meskipun pos tersebut diungkapkan secara terpisah, hal yang dapat
membantu jika pos tersebut disajikan bersamaan dengan keuntungan atau kerugian
posisi moneter neto dalam laporan laba rugi komprehensif.
Laporan Keuangan Biaya Kini Laporan Posisi Keuangan
18. Pos-pos yang disajikan pada
biaya kini tidak disajikan kembali karena sudah dinyatakan dalam unit
pengukuran kini pada akhir periode pelaporan. Pos lainnya dalam laporan posisi
keuangan disajikan kembali sesuai dengan paragraf 11 sampai 24.
Laporan Laba Rugi Komprehensif
19. Laporan laba rugi
komprehensif yang menggunakan biaya kini, sebelum penyajian kembali, secara
umum melaporkan biaya kini pada waktu terjadinya transaksi atau peristiwa yang
mendasari. Oleh karena itu, seluruh jumlah tersebut perlu disajikan kembali
dalam unit pengukuran kini pada akhir periode pelaporan dengan menggunakan
indeks harga umum.
Keuntungan Atau Kerugian Posisi Moneter Neto
20. Keuntungan atau kerugian
posisi moneter neto dicatat sesuai dengan paragraf 26 dan 27. Laporan Arus Kas
21. Pernyataan ini mensyaratkan
bahwa seluruh pos dalam laporan arus kas dinyatakan dalam unit pengukuran kini
pada akhir periode pelaporan.
Angka Terkait
22. Angka terkait pada periode
pelaporan sebelumnya, apakah berdasarkan pada pendekatan biaya historis atau
pendekatan biaya kini, disajikan kembali dengan menggunakan indeks harga umum,
sehingga laporan keuangan komparatif disajikan dalam unit pengukuran kini pada
akhir periode pelaporan. Informasi yang diungkapkan sehubungan dengan periode
sebelumnya juga dinyatakan dalam unit pengukuran kini pada akhir periode pelaporan.
Untuk tujuan penyajian jumlah komparatif dalam selisih penyajian mata uang,
diterapkan PSAK 10 (revisi 2010): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing paragraf
42(b) dan 43.
Laporan Keuangan Konsolidasi
23. Entitas induk yang membuat
laporan keuangan dalam mata uang ekonomi hiperinflasi dapat memiliki entitas
anak yang juga membuat laporan dalam mata uang ekonomi hiperinflasi. Laporan
keuangan entitas anak tersebut perlu disajikan kembali dengan menggunakan
indeks harga umum dari negara yang mata uangnya dilaporkan sebelum dimasukkan
dalam laporan keuangan konsolidasi yang diterbitkan oleh entitas induk. Ketika
entitas anak merupakan entitas asing, maka laporan keuangan yang disajikan
kembali dijabarkan pada kurs penutup. Laporan keuangan entitas anak yang tidak
dilaporkan dalam mata uang ekonomi hiperinflasi diperlakukan sesuai Valuta
Asing.
24. Jika laporan keuangan dengan
akhir periode pelaporan yang berbeda dikonsolidasikan, maka seluruh pos moneter
dan nonmoneter perlu disajikan kembali dalam unit pengukuran kini pada tanggal
laporan keuangan konsolidasian.
Sumber:
SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI TRANSLASI MATA UANG ASING
0 comments Posted by Fathia Nafira Fariz at 21.36
TRANSLASI MATA UANG ASING
Terdapat beberapa metode yang
digunakan dalam translasi mata uang asing , antara lain :
Single Rate Method
Berdasarkan
pendekatan translasi ini, laporan keuangan operasi luar negeri, yang dianggap
oleh perusahaan induk sebagai entitas yang otonom, memiliki domisili pelaporan
mereka sendiri. Ini adalah lingkungan akuntansi lokal tempat dimana perusahaan
afiliasi asing tersebut mentraksaksikan urusan
bisnisnya. Untuk mempertahankan “rasa” lokal dari laporan valuta, suatu
cara harus ditemukan agar translasi bisa dilaksanakan dengan distorsi yang
minimal. Cara yang paling baik adalah penggunaan metode kurs berlaku. Karena
semua laporan keuangan valuta asing sebenarnya dikalikan dengan suatu
konstansta, metode translasi ini mempertahankan hasil keuangan dan hubungan
asli (misalnya. rasio-rasio keuangan) dalam laporan konsolidasi dari entitas-entitas
individual yang dikonsolidasi. Hanya bentuk perkiraan- perkiraan luar negeri,
bukan hakekatnya, yang berubah dalam metode kurs berlaku.
Meskipun
menarik dan sederhana secara konseptual, metode kurs berlaku dipersalahkan oleh sebagian orang
karena merusak tujuan dasar dari laporan keuangan konsolidasi, yaitu karena
menyajikan, untuk keuntungan pemegang
saham perusahaan induk, hasil-hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan induk dan perusahaan-perusahaan
anaknya dari perspektif valuta tunggal yaitu. mempertahankan valuta pelaporan
perusahaan induk sebagai unit
pengukuran. Dalam metode kurs berlaku, hasil-hasil konsolidasi akan
mencerminkan perspekfif-perspektif valuta dari masing-masing negara tempat
dimana perusahaan-perusahaan anak berada. Misalnya, jika sebuah aktiva
diperoleh sebuah perusahaan anak di luar negeri seharga VA 1,000 ketika kursnya
adalah VA 1=$1, maka biaya historisnya dari perspektif dolar adalah $1.000;
dari perspektif valuta lokal juga
$1,000. Jika kurs berubah menjadi VA 5 = $1, biaya historis aset tersebut dari
perspektif dolar (translas’ biaya historis) tetap $1,000. Jika valuta lokal
tetap dipertahankan sebagai unit pengukuran, nifai aset akan diekspresikan
sebesar $200 (translasi kurs berlaku).
Metode kurs
berlaku juga dipersalahkan karena mengasumsikan bahwa semua aktiva-valuta lokal
dipengaruhi oleh risiko nilai tukar (yaitu, mengasumsikan bahwa fluktuasi
valuta domestik yang ekivalen, yang disebabkan oleh fluktuasi kurs translasi
berjalan, merupakan indikator perubahan nilai intrinsik aktiva-aktiva
tersebut). Hat ini jarang benar karena nilai persediaan dan aktiva-aktiva tetap
di luar negeri umumnya didukung oleh inflasi lokal.
Multiple Rate Method
Metode-metode kurs berganda
mengkombinasikan nilai tukar berjalan dan historis dalam proses translasi,
diantaranya :
- Metode berlaku-historis
Berdasarkan
pendekatan berlaku-historis, yang populer di AS dan ditempat-tempat lain
sebelum tahun 1976, aktiva lancar dan kewajiban lancar sebuah perusahaan anak
di luar negeri ditranslasikan kedalam valuta pelaporan perusahaan induknya dengan menggunakan kurs
berlaku. Aktiva dan kewajiban non-lancar ditranslasikan dengan kurs historis.
Item-item laporan laba-rugi, kecuali beban depresiasi dan amortisasi,
ditranslasikan dengan kurs rata-rata masing-masing bulan operasi atau dengan
basis rata-rata tertimbang dari seluruh periode yang akan dilaporkan. Beban
depresiasi dan amortisasi ditranslasikan dengan memakai kurs historis yang
berlaku pada saat aset yang bersangkutan
diperoleh. Metodologi ini, sayangnya, memiliki sejumlah kelemahan. Misalnya,
metode ini kurang memilik justifikasi konseptual. Definisi-definisi yang ada
mengenai aktiva dan kewajiban lancar dan non-lancar tidak menjelaskan mengapa
cara klasifikasi seperti itu menentukan kurs mana yang akan digunakan dalam
proses transiasi.
- Metode moneter-nonmoneter
Seperti
halnya metode berlaku-historis, metode moniter-nonmoneter memakai pola
klasifikasi neraca untuk menentukan kurs translasi yang tepat. Karena item-item
moneter diselesaikan dalam kas; pemakaian kurs berlaku untuk mentranslasikan
item-item valuta asing menghasilkan valuta domestik ekivalen yang mencerminkan
nilai realisasi atau nilai penyelesaiannya.
- Metode Temporal
Menurut pendekatan temporal, translasi
valuta merupakan suatu proses konversi
pengukuran (yaitu, penyajian ulang nilai tertentu). Karena itu, metode ini
tidak dapat digunakan untuk mengubah atribut suatu item yang sedang diukur;
metode ini hanya dapat mengubah unit pengukuran. Translasi saldo valuta asing,
misalnya, hanya mengubah (restate) denominasi persediaan. tidak penilaian
aktualnya. Dalam GAAP AS, aktiva kas diukur berdasarkan jumiah yang dimiliki
pada tanggal neraca. Piutang dan hutang dinyatakan dalam jumlah yang diharapkan
akan diterima atau dibayar pada saat jatuh tempo. Kewajiban dan aktiva lain
diukur pada harga yang berlaku ketika item¬item tersebut diperoleh atau terjadi
(harga historis). Meskipun begitu,
beberapa diantaranya diukur berdasarkan harga yang berlaku pada tanggal
laporan keuangan (harga berjalan), seperti persediaan dibawah aturan biaya atau
pasar. Pendek kata, ada dimensi waktu yang berkaitan dengan nilai-nilai uang
ini.
KEUNTUNGAN
DAN KERUGIAN TRANSLASI MATA UANG ASING
Jika sudut
pandang mata uang local yang digunakan ( sudut pandang perusahaan lokal), masuknya penyesuaian
translasi dalam laba berjalan tidak perlu dilakukan. Memasukkan keuntungan dan
kerugian translasi dalam laba akan mendistorsikan hubungan keuangan yang asli
dan dapat menyesatkan para pengguna
informasi tersebut. Keuntungan atau kerugian translasi harus diperlakukan dari
sudut pandang mata uang local sebagai penyesuaian terhadap ekuitas pemilik.
Jika mata uang pelaporan induk perusahaan merupakan unit pengukuran laporan keuangan yang
ditranslasikan ( sudut pandang induk
perusahaan ), sangat disarankan untuk mengakui keuntungan atau kerugian
translasi laba sesegera mungkin. Sudut pandang induk perusahaan melihat anak perusahaan luar negeri sebagai perluasan dari
induk perusahaannya. Keuntungan dan kerugian translasi mencerminkan kenaikan
atau penurunan ekuitas investasi asing dalam mata uang domestic dan harus
diakui.
Keuntungan Dan Kerugian Translasi
Mata Uang Asing
1.
Penangguhan
Perubahan nilai ekuivalen mata uang domestik dari
aktiva bersih anak perusahaan luar
negeri tidak direalisasikan dan tidak berpengaruh terhadap arus kas mata uang
lokal yang dihasilkan dari entitas asing. Penyesuaian translasi harus
diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian dari ekuitas konsolidasi.
2.
Pengangguhan dan Amortisasi
Penangguhan keuntungan atau kerugian translasi dan
melakukan amortisasi penyesuaian ini selama masa manfaat pos-pos neraca
terkait, terutama yang terkait dengan utang akan ditangguhkan dan diamortisasi
selama umur aktiva tetap terkait, yaitu dibebankan terhadap laba dengan cara
yang sama dengan beban depresiasi atau ditangguhkan dan diamortisasi selama
sisa masa pinjaman sebagai penyesuaian terhadap beban bunga.
3.
Penangguhan Parsial
Keuntungan dan
kerugian translasi adalah dengan mengakui kerugian sesegera mungkin setelah
terjadi, tetapi mengakui keuntungan hanya setelah direalisasikan, hal ini
semata-mata hanya karena merupakan keuntungan, tetap mengabaikan terjadinya
perubahan kurs.
4.
Tidak ditangguhkan
Mengakui
keuntungan dan kerugian translasi dalam laporan laba rugi sesegera mungkin.
Namun, memasukkan keuntungan dan kerugian translasi dalam laba tahun berjalan
akan memperkenalkan elemen acak ke dalam laba sehingga dapat menghasilkan
fluktuasi laba yang sangat signifikan apabila terjadi perubahan kurs nilai
tukar. Keuntungan dan kerugian translasi ini mencerminkan kenaikan atau
penurunan ekuitas investasi dalam mata uang domestik dan harus diakui.
PENGEMBANGAN AKUNTANSI DALAM TRANSLASI MATA UANG ASING
Beberapa perspektif historis
tentang akuntansi translasi mata uang asing di Negara Amerika, sebagai berikut:
1. Pra-1965 Praktik translasi
mata uang asing masih dipandu oleh BAB 12 dari Accounting Research Bulletin No. 43.
2. 1965-1975 Translasi mata uang
asing seluruh pembayaran dan penerimaan mata uang asing pada kurs saat ini
diperbolehkan setelah Accounting Principles Board Opinion No. 6 dikeluarkan
pada tahun 1965.
3. 1975-1981 FASB mengeluarkan
FAS No. 8 pada tahun 1975.
4. 1981-Sekarang FASB mengeluarkan Satetement
of Financial Accounting Standards No. 52
pada tahun 1981.
Sumber :
Translasi mata
uang asing adalah proses informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang
lainnya. Berbeda dengan konversi antar mata uang asing yang memiliki pengertian
pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik, translasi
hanyalah perubahan satuan unit moneter, misalnya pada sebuah necara yang
dinyatakan dalam pound Inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar
AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transaksi terkait
yang terjadi. Sedangkan konversi, memungkinkan adanya pertukaran fisik yang
terjadi dan ada transaksi terkait. Terdapat alasan dilakukannya translasi mata
uang asing, diantaranya :
1. Perusahaan
dengan kegiatan operasional di luar negeri yang signifikan mempersiapkan
laporan keuangan gabungan yang informasi laporan kepada pembaca mengenai operasional perusahaan
secara global sehingga diperlukan adanya penyamaan mata uang.
2. Berkomunikasi
dengan peminat saham asing. Perusahaan yang melakukan translasi merupakan
perusahaan yang dalam bentuk usaha terbuka sehingga laporan keungan dapat
dibaca oleh masyarakat umum dengan mudah , sehingga dengan laporan keuangan
yang sudah dikonversikan maka akan merangsang investor untuk menanam saham pada
perusahaan.
3. Memperhitungkan
efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang.
4. Mencatat
transaksi mata uang asing. Transaksi dalam mata uang asing terjadi pada saat
suatu perusahaan membeli atau menjual barang dengan pembayaran yang dilakukan
dalam suatu mata uang asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan
dalam mata uang asing.
5. Translasi
mata uang asing dilakukan untuk mempersiapkan laporan keuangan yang memberikan
laporan pada pembaca informasi mengenai operasional perusahaan secara global, dengan
memperhitungkan laporan keuangan mata uang asing dari anak perusahaan terhadap
mata uang asing induk perusahaan. Translasi tidak harus dibuat oleh perusahaan
induk, anak perusahaan dapat membuat laporan keuangan sesuai dengan mata uang
yang digunakan perusahaan induk. Namun
apabila perusahaan tersebut merupakan perusahaan tunggal (tidak memiliki anak
perusahaan) maka perusahaan tersebut harus mengkonversi nilai nominal atas
transaksi – transaksi dengan metode translasi yang berbeda.
Sumber :
https://www.academia.edu/5079207/TRANSLASI_MATA_UANG_ASING
LAPORAN KEUANGAN TRANSPARAN DALAM MELINDUNGI INVESTOR & MENINGKATKAN KUALITAS PASAR
0 comments Posted by Fathia Nafira Fariz at 09.13
Perkembangan
bisnis dewasa ini, baik yang dilakukan oleh swasta atau pemerintah, menuntut
optimalisasi output dari sumber daya yang kian terbatas melalui tata kelola
bisnis yang baik. Transparansi dan Akuntanbilitas atas pengelolaan sumber daya
yang terbatas tersebut adalah hal yang harus dipenuhi, karena lingkungan bisnis
yang kian dinamis dan sekaligus sebagai upaya entitas bisnis meraih keunggulan
kompetitif. Bagi perusahaan yang telah berstatus sebagai perusahaan yang akan
dan telah go public di Pasar Modal, Transparancy dan Acuntanbility pengelolaan
perusahaan merupakan keharusan mutlak yang telah diatur dalam berbagai
regulasi, untuk perlindungan bagi investor di Pasar Modal, disamping untuk
menunjang,keberlangsungan (Sustainability) perusahaan itu sendiri. Laporan
keuangan yang berkualitas dan disajikan secara tepat waktu adalah salah satu pilar
dari prinsip Transparancy. Tercapainya laporan keuangan yang Transparancy dan
Acuntanbility di Pasar Modal Indonesia merupakan tanggung jawab semua pihak
terkait, dan bukanlah semata tugas dan tanggung jawab akuntan publik.
Pihak-pihak
yang memiliki kemampuan untuk mendorong terciptanya laporan keuangan yang
Transparan dan Akuntanbilitas harus bekerja sama secara sinergis. Pihak-pihak
tersebut antara lain:
Ø Regulator,
yang secara persisten mendorong pengungkapan informasi keuangan yang handal.
Ø Dewan
Standar Akuntansi, yang menentukan standar relevan dan dapat diandalkan untuk
industri, khususnya yang berkaitan dengan
transaksi-transaksi keuangan yang kompleks.
Ø Direksi
dan Manajemen Perusahaan, yang memiliki pemahaman yang memadai terhadap Standar
Akuntansi Keuangan dan secara konsisten menerapkan standar tersebut.
Ø Organ
Pengawas Perusahaan, yang secara efektif menerapkan asas check and balance
sehingga tercapai mekanisme pengawasan internal yang efektif.
Ø Akuntan
Publik, yang profesional dalam melakukan audit sesuai dengan Standar Audit yang
memenuhi kualifikasi global.
Ø Komitmen,
semua pihak untuk dapat menjalankan fungsi masing-masing secara jujur.
Untuk
melindungi investor, sebagaian besar bursa sekuritas menentukan laporan dan
kebutuhan pengungkapan pada perusahaan domestik dan asing yang mencari akses
untuk pasar mereka. Bursa saham dan pengaturan pemerintah secara membutuhkan
perusahaan asing yang terdaftar untuk melengkapi semua informasi keuangan dan
non-keuangan yang hampir sama seperti yang dibutuhkan untuk perusahaan
domestik.
Bursa saham
dan pengaturan pemerintah secara umum membutuhkan perusahaan asing yang
terdaftar untuk melengkapi semua informasi keuangan dan non-keuangan yang
hampir sama seperti yang dibutuhkan untuk perusahaan domestik. Perusahaan asing
yang terdaftar secara umum memiliki fleksibilitas yang berhubungan dengan
prinsip akuntansi yang mereka gunakan dan untuk sejumlah pengungkapan. Di
kebanyakan negara, perusahaan asing yang terdaftar harus menyimpan dengan
informasi bursa saham yang dibuat publik, mendistribusikan kepada pemegang
saham, atau dicatat dengan pengaturan di pasar domestik.
Proteksi
pemegang saham bermacam-macam diseluruh negara. Negara Anglo Amerika seperti
Kanada, Inggris Raya, dan Amerika Serikat memberikan investor proteksi
ekstensif dan ketat. Sebaliknya, proteksi pemegang saham kurang memberikan
tekanan di bagian lain dunia.
Frost dan Lang
membahas dua objek investor berorientasi pasar: Perlindungan Investor dan Kualitas Pasar.
a) Proteksi Investor yaitu dalam hal ini
Investor dijamin dengan informasi dengan informasi dan dilindungi dengan
pelaksanaan dan pengawasan peraturan pasar. Kecurangan mencegah adanya
penawaran publik, perdangan, pemilihan, dan sekuritas penawaran. Informasi
keuangan dan non keuangan yang bisa dibandingkan telah ditemukan sehingga
investor bisa membandingkan perusahaan area industri dan negara.
b) Kualitas Pasar yaitu dalam hal Pasar adalah
adil, tersusun, efesien, dan bebas dari penyalahgunaan dan perbuatan jahat.
Keadilan pasar dipromosikan dengan akses informasi yang wajar dan kesempatan
berdagang. Efesien pasar berkembang dengan meningkatkan likuiditas dan
mengurangi biaya tansaksi. Kualitas pasar ditandai dengan kepercayaan investor
dan mereka memfasilitasi pembentukan modal.
Fost dan lang
juga mengulas empat prinsip pada investor yang berorientasi pasar yang harus
dijalankan.
a) Keefektifan biaya yaitu dalam hal ini
Regulasi biaya pasar sebaiknya dibandingkan dengan keuntungan sekuritasnya.
b) Fleksibilitas dan kebebasab pasar yaitu
dalam hal ini Regulasi tidak seharusnya menghalangi kompetisi dan evolusi
pasar.
c) Laporan keuangan transparan dan pngungkapan
menyuluruh
d) Perlakuan setara perusahaan domestik dan
asing
Seperti Frost
dan Lang catat, proteksi investor mewajibkan bahwa investor menerima informasi
secara berkala dan diproteksi dengan pengawasan dan pelaksanaan. Pengungkapan
harus memadai supaya investor membandingkan perusahaan area industri dan
negara. Lebih jauh lagi, pengungkapan yang menyeluruh dan dapat dipercaya akan
meningkatkan kepercayaan investor, di mana meningkatkan likuiditas, mengurangi
biaya transaksi, akan meningkatkan kualitas pasar secara keseluruhan.
Sumber :
http://andinurhasanah.wordpress.com/category/akuntansi-internasional/
http://yuliana-ekaputri.blogspot.com/2014/04/laporan-keuangan-melindungi-investor.html
Kamis, 20 Maret 2014
Persamaan dan Perbedaan Sistem Akuntansi dari Negara Perancis, Jerman, Republik Ceko, Belanda dan Inggris
0 comments Posted by Fathia Nafira Fariz at 08.55
Sistem Akuntansi Keuangan Lima Negara Eropa
Banyak Negara di kawasan Eropa yang memiliki sistem pengawasan dan dalam pelaporan keungan yang baik, yaitu seperti Jerman, Belanda, Prancis, Republik Ceko, ataupun inggris. Tetapi disetiap Negara pasti memiliki peraturan atau sistemnya masing-masing, yaitu:
1. Perancis
- Regulator : CNC (Badan Akuntansi Nasional), CRC (Komite Regulasi Akuntansi), AMF (Otoritas Pasar Keuangan), OEC (Institut Akuntan Publik), CNCC (Institut Nasional Undang-Undang Auditor)
- Regulasi : Plan Compatable General (Undang-Undang Akuntansi Nasional)
- Laporan Keuangan : Neraca, Laporan laba rugi, Catatan atas laporan keuangan, Laporan direktur, Laporan Auditor, Laporan arus kas (dirokemdasikan oleh CNC). Laporan khas Perancis adalah laporan pencegahan kebangkrutan bisnis dan sebuah laporan sosial (bagi perusahaan besar). Laporan keuangan harus diaudit kecuali untuk perusahaan kecil, kewajiban terbatas, dan kemitraan.
2. Jerman
- Regulator : DRSC (German Accounting Standards Committee), GASC (mengawasi DRSC), FREP (Dewan Sektor Swasta), Wirtschaftspruferkammer (Chamber of Accountants)
- Regulasi : German Commercial Code (HGB) dan keputusan hakim. Akuntansi Jerman dirancang untuk menghitung jumlah pendapatan yang tepat yang bisa menjaga kreditor setelah adanya pembagian kepada pemilik.
- Laporan keuangan : Neraca, Laporan laba rugi, Catatan, Laporan Manajemen, Laporan Auditor. Perusahaan kecil dibebaskan dari persyaratan audit dan diperbolehkan untuk menyusun sebuah neraca singkat. Laporan khas Jerman adalah laporan pribadi dari auditor kepada dewan direktur dan dewan pengawas perusahaan. Semua perusahaan bisa menggunakan IFRS dalam menyusun laporan keuangan gabungan namun laporan keuangan perusahaan pribadi harus mengikuti persyaratan HGB.
3. Republik Ceko
- Regulator : Parlemen, Menteri Keuangan, Chamber of Auditors
- Regulasi : Commercial Code, Accountancy Act, dan dekrit Menteri Keuangan
- Laporan Keuangan : neraca, akun keuntungan dan kerugian (laporan laba rugi) dan catatan. Perusahaan kecil tidak diwajibkan melakukan audit memiliki persyaratan pengungkapan yang singkat. Perusahaan Ceko yang terdaftar harus menggunakan IFRS dan memberikan laporan laba rugi per 3 bulan. Perusahaan tidak terdaftar bisa memilih IFRS atau standar akuntansi Ceko dalam laporan keuangan gabungan mereka tapi harus menggunakan standar Ceko dalam laporan perusahaan pribadi.
4. Belanda
- Regulator : DASB (Dutch Accounting Standards Board), AMF (Authority for the Financial Markets), Enterprise Chamber, NivRA (Netherlands Institute of Registeraccountants)
- Regulasi : Act on Annual Financial Statements 1970
- Laporan Keuangan : neraca, laporan laba rugi, catatan, laporan direktur dan informasi lain yang sudah ditentukan, laporan arus kas dianjurkan. Perusahaan kecil dibebaskan dari persyaratan audit dan dapat menyusun laba rugi singkat dan neraca. Perusahaan menengah harus diaudit tapi boleh mengeluarkan laporan laba rugi singkat. Laporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua aktivitas yang berbeda. Perusahaan terdaftar harus menggunakan IFRS, tapi semua perusahaan diperbolehkan menggunakan IFRS alih-alih pedoman Belanda.
5. Inggris
- Regulator : CCAB (Consultative Committee of Accountancy Bodies), FRC (Financial Reporting Council, AIDB (Accountancy Investigation dan Discipline Board), POB (Professional Oversight Board)
- Regulasi : Undang-Undang Perusahaan 1981 dan profesi akuntansi
- Laporan keuangan : laporan direktur, akun laba dan rugi serta neraca, laporan arus kas, laporan keseluruhan laba dan rugi, laporan kebijakan akuntansi, catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan, dan laporan auditor. Perusahaan kecil dan menengah dibebaskan dari banyaknya kewajiban laporan keuangan termasuk laporan gabungan, dan diizinkan untuk menyusun akun singkat dengan informasi minimun yang telah ditentukan sebelumnya.
Ringkasan Praktik Akuntansi Signifikan
Pembeda IFRS Perancis Jerman Republik Ceko Belanda Inggris
Kombinasi bisnis Pembelian
Goodwill Kapitalisasi dan pengujian penurunan nilai Kapitalisasi dan amortisasi
Asosiasi Metode ekuitas
Valuasi aset Harga perolehan dan harga pasar Harga Perolehan Harga perolehan dan harga pasar
Beban depresiasi Dasar ekonomi Dasar pajak Dasar Ekonomi
Valuasi persediaan LIFO Tidak diizinkan diizinkan Tidak diizinkan diizinkan Tidak diizinkan
Kemungkinan rugi Diakui
Pinjaman dana dikapitalisasi Tidak dikapitalisasi Dikapitalisasi
Pajak tangguhan diakui Tidak diakui diakui
Simpanan untuk manipulasi laba tidak digunakan Diakui sebagian
Kesimpulan :
Dilihat dari sistem yang ada pada setiap Negara, maka mekanisme pengawasan akuntansi dan laporan keuangan yang paling efektif adalah Negara Belanda. Karena memiliki sistem yang sederhana tetapi tidak mempersulit perusahaan kecil ataupun menengah. Akan tetapi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah tersebut pun tidak dilepas atau seenaknya saja dalam membuat laporan keuangan. Dan tetap membuat laporan keuangan yang wajib walau singkat, dan mengaudit keuangan agar bias mengetahui apakah ada kecurangan atau suatu kendala yang bisa mengancam perusahaan tersebut.
Sumber:
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN DUNIA AKUNTANSI
0 comments Posted by Fathia Nafira Fariz at 08.39
Faktor
yang Mempengaruhi Perkembangan Akuntansi Dunia
Salah
satu masalah yang Daimler-Benz hadapi adalah bahwa sistem akuntansi di seluruh
dunia memiliki berbagai varian. Ini berarti bahwa laporan keuangan di Perancis
berbeda untuk ujian laporan keuangan di Amerika Serikat. Pengamat berpendapat
bahwa ini adalah masalah kecil, berbasis dalam bentuk bukan substansi. Namun,
substansi yang juga berbeda, seperti di Peru, di mana konsolidasi perusahaan
terkait tidak diperkenankan, di Swedia, di mana persediaan signif icant
write-downs diperbolehkan, dan di Perancis dan Jerman, ketika pajak akuntansi
dan buku akuntansi pada dasarnya sama. Keberagaman pendekatan ini
menempatkankan MNE dalam posisi yang sulit karena perlu mempersiapkan dan
memahami laporan yang dihasilkan sesuai dengan standar akuntansi setempat yang
juga menyusun laporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku umum
menghitung ac (SAK) di dalam negeri untuk umum laporan keuangan konsolidasian.
Tujuan
Akuntansi
Akuntansi
pada dasarnya adalah proses identifikasi, pencatatan, dan peristiwa ekonomi
interpretin, dan maksud dan tujuan harus jelas dinyatakan dalam tujuan th
setiap sistem akuntansi. Para Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) di
Amerika Serikat menyatakan bahwa laporan keuangan harus memberikan informasi
yang berguna dalam: (1) investasi dan kredit keputusan; (2) sebagai assessments
prospek arus kas, dan (3) mengevaluasi sumber daya perusahaan mengklaim sumber
daya tersebut, dan perubahan mereka. Pengguna diidentifikasi oleh dewan
terutama investor dan kreditur, meskipun pengguna lain mungkin dianggap
penting. Standar Akuntansi Internasional Committee (IASC), sebuah organisasi
penetapan standar multinasional terdiri dari organisasi akuntansi profesional
dari lebih 40 negara, termasuk investor dan kreditur sebagai pengguna kritis,
juga bernama pemasok, pelanggan, pihak berwenang dan berat, dan banyak lainnya.
Walaupun
pertanyaan telah dibahas secara luas, belum ada kesepakatan pada apakah seragam
serangkaian standar akuntansi dan praktik ada untuk semua kelas dari pengguna
di seluruh dunia atau bahkan untuk kelas satu pengguna. Untuk memahami prinsip
akuntansi yang berbeda dan bagaimana mereka mempengaruhi operasi MNEs 'kita
harus meneliti beberapa pasukan mengarah ke pengembangan akunting
prinsip-prinsip internasional. Gambar 19.4 menunjukkan faktor-faktor utama.
Empat faktor berurusan dengan sifat perusahaan dan informasi pengguna langsung.
Keempat bawah merupakan faktor utama lainnya yang mempengaruhi tujuan penghitungan
ac, standar, dan praktek.
Sifat
Enterprise Dalam setiap perusahaan ada banyak pengguna informasi, seperti
manajer dan karyawan. kuantitas dan kualitas informasi yang diberikan
tergantung pada tingkat kecerdasan pengguna pada kompetensi teknis akuntansi.
Manajer membutuhkan informasi khusus untuk membantu dalam pengambilan
keputusan, dan ini telah menyebabkan perkembangan akuntansi manajerial.
Karyawan, terutama di Eropa, memiliki kepentingan dalam perusahaan dan mungkin
memiliki dampak terhadap pengungkapan data keuangan karena mereka mencari upah
yang lebih baik dan kondisi kerja.
Pemerintahan
adalah salah satu kekuatan paling meresap dalam pengembangan tujuan akuntansi,
standar, dan praktek. Pemerintah dapat dibagi menjadi dua kelompok: pengguna
dan regulator. Pengguna Jenderal Pajak, komisi perencanaan, dan berbagai
instansi yang mengkompilasi statistik untuk penggunaan umum. Regulator, seperti
Securities and Exchange Commission di Amerika Serikat, menanggapi kepentingan
terbaik dirasakan masyarakat umum.
Sejauh
mana pemerintah terlibat dalam penetapan tujuan, standar, dan praktek
tergantung pada interaksi dari semua faktor yang tercantum pada Gambar. 19.4.
19.4. Dimana pemerintah adalah pengguna informasi penting, tidak merasa bahwa
profesi akuntansi adalah memenuhi kebutuhan pengguna, dan tidak meramalkan
banyak perubahan dalam waktu dekat, mungkin akan mengambil peran lebih aktif
dalam mempengaruhi perkembangan akuntansi.
Lain
Eksternal Pengguna pengguna eksternal utama dari informasi lain selain yang
disebutkan di atas adalah investor dan kreditur. Investor dapat bekerja sendiri
atau melalui lembaga-lembaga dengan cara dana pensiun, reksadana, dan investasi
seperti lainnya. Di negara-negara dimana ada pasar modal kecil, kreditur
cenderung menjadi sumber penting pembiayaan dan dengan demikian pengaruh yang
kuat pada standar akuntansi dan praktek.
Lingkungan
Lokal Karakteristik Kategori faktor yang mempengaruhi akuntansi mungkin yang
luas dan mungkin yang paling penting, termasuk pengaruh beragam seperti sikap
budaya dan sifat dan keadaan ekonomi. Keempat faktor yang tercantum pada
Gambar.19.4 tidak berarti lengkap. Meskipun karakteristik yang disebut sebagai
"lokal," mereka tidak terlepas dari perekonomian dunia. Tingkat
pertumbuhan ekonomi dan inflasi tergantung pada mitra utama negara dagang dan
juga pada kondisi ekonomi internal.
Pengaruh
Internasional pasukan internasional Banyak yang institusional daripada
lingkungan telah mempengaruhi prinsip akuntansi di seluruh dunia. Sebuah contoh
utama adalah pengaruh kolonial Inggris dan Perancis selama beberapa abad
terakhir. Masing-masing negara membawa bisnis mereka dan filosofi akuntansi
untuk koloni mereka dan sistem serupa dilembagakan. Amerika Serikat juga
cenderung untuk melakukan hal ini sebagai pengaruh ekonomi telah menyebar
melalui investasi asing langsung.
Profesi
Akuntansi Sebagaimana telah dilakukan di negara-negara seperti Amerika Serikat,
Kanada, Inggris, dan Belanda, profesi akuntansi sendiri dapat mempengaruhi
perkembangan prinsip akuntansi. Tiga aspek profesi penting: (1) sifat dan
luasnya, (2) adanya asosiasi profesional, dan (3) fungsi audit. Di beberapa
negara, profesi ini relatif berkembang dan memiliki pengaruh yang kecil
terhadap akuntansi. Di Amerika Serikat dan Inggris, bagaimanapun, profesi ini
cukup besar dan berkembang dengan baik, dan memiliki pengaruh yang kuat pada
pengembangan standar akuntansi dan praktek. Keberadaan asosiasi, seperti
American Institute of CPA, adalah penting, karena kelompok ini sering dapat
menjadi kekuatan untuk perubahan. Akhirnya, profesi yang kuat sering hasil dalam
fungsi audit yang kuat. Auditor eksternal yang independen diperlukan untuk
memverifikasi bahwa laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang
berlaku dan bahwa mereka mewakili posisi keuangan sebenarnya dari perusahaan.
Pengaruh
Akademik Infrastruktur akademik mengacu pada kualitas pendidikan akuntansi yang
ditawarkan serta aksesibilitas pendidikan ini. Salah satu masalah khas di
negara-negara berkembang adalah kekurangan guru berkualitas di bidang
akuntansi. Sejak instruksi dalam akuntansi tidak dianggap sebagai profesi
full-time dan umumnya tidak dilakukan pada tingkat yang sangat tinggi,
penelitian akademik kecil yang bisa memperkenalkan perubahan dalam praktik
akuntansi dilakukan
Ada 8 (delapan) Faktor yang
Mempengaruhi Perkembangan Akuntansi Internasional:
1. Sumber pendanaan
Di Negara-negara dengan
pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen
menjalankan perusahaan, dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus
kas masa depan dan resiko terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis kredit di
mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki fokus atas
perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.
2. Sistem Hukum
Dunia barat memiliki dua
orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Dalam Negara-negara
hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan
prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan
cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus
per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang
lengkap.
3. Perpajakan
Di kebanyakan Negara,
peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus
mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan
pajak. Ketka akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak
mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu.
4. Ikatan Politik dan
Ekonomi
5. Inflasi
Inflasi menyebabkan
distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan
(tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun
perusahaan.
6. Tingkat Perkembangan
Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi
jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan
manakah yang paling utama.
7. Tingkat Pendidikan
Standard praktik
akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan
disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivative tidak akan
informative kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.
8. Budaya
Empat dimensi budaya
nasional, menurut Hofstede: individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran
ketidakpastian, maskulinitas.
Sumber:
Sejarah Akuntansi Internasional
Awalnya, akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) di Italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping), dianggap awal penciptaan akuntansi. Akuntansi modern dimulai sejak double entry accounting ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli (th 1447). Luca Pacioli lahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di Italia. Lucalah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting system dalam bukunya berjudul : Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita di tahun 1494. Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa prinsip dasar double accounting system bukanlah ide murni Luca namun dia hanya merangkum praktek akuntansi yang berlangsung pada saat itu dan mempublikasikannya. Hal ini diakui sendiri oleh Luca (Radebaugh, 1998) “Pacioli did not claim that his ideas were original, just that he was the one who was trying to organize and publish them. He objective was to publish a popular book that could be used by all, following the influence of the venetian businessmen rather than bankers”.
Praktek bisnis dengan metode venetian yang menjadi acuan Luca menulis buku tersebut telah menjadi metode yang diadopsi tidak hanya di Italia namun hampir disemua negara Eropa seperti Jerman, Belanda, Inggris. Luca memperkenalkan 3 (tiga ) catatan penting yang harus dilakukan:
- Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi bisnis.
- Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam jurnal.
- Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting system (Raddebaugh, 1996).
Perkembangan sistem akuntansi ini didorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial. “Pembukuan ala Italia” kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Pada saat bersamaan filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodic dan pemerintah Perancis menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
Tahun 1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an. Praktik akuntansi Inggris menyebar ke seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia. Sistem akuntansi Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah pemerintahan Perancis. Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Kekaisaran Rusia. Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat. Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktik nasional yang melekat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional.
“Pacioli did not claim that his ideas were
original, just that he was the one who was trying to organize and publish them.
He objective was to publish a popular book that could be used by all, following
the influence of the venetian businessmen rather than bankers”.
Praktek bisnis dengan
metode venetian yang menjadi acuan Luca menulis buku tersebut telah menjadi
metode yang diadopsi tidak hanya di Italia namun hampir disemua negara Eropa seperti
Jerman, Belanda, Inggris.
“
Pembukuan ala Italia “ kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang
zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Pada saat bersamaan filsuf bisnis Belanda
mempertajam cara menghitung pendapatan periodic dan pemerintah Perancis
menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah. Tahun
1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan
tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi
di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an. Praktik akuntansi Inggris menyebar ke
seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris. Selain itu
model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia, Sistem akuntansi
Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah pemerintahan Perancis.
Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Kekaisaran
Rusia. Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika
Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi
diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademi tersendiri. Setelah Perang Dunia II,
pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat.
Perkembangan
Akuntansi dari Sistem Pembukuan Berpasangan Pada awalnya, pencatatan transaksi
perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit
kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini
masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi.
Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu
belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang
lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka- angka desimal arab
dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu. Perkembangan akuntansi
terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entry system) oleh pedagang-
pedagang Venesia yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa
itu. Dengan dikenalnya sistem pembukuan berpasangan tersebut, pada tahun 1494
telah diterbitkan sebuah buku tentang pelajaran penbukuan berpasangan yang ditulis
oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Luca Paciolo dengan judul
Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi
tentang palajaran ilmu pasti. Namun, di dalam buku itu terdapat beberapa bagian
yang berisi palajaran pembukuan untuk para pengusaha. Bagian yang berisi
pelajaranpe mbukuan itu berjudul Tractatus de Computis et Scriptorio. Buku
tersebut kemudian tersebar di Eropa Barat dan selanjutnya dikembangkan oleh
para pengarang berikutnya. Sistem pembukuan berpasangan tersebut selanjutnya
berkembang dengan sistemyang menyebut asal negaranya, misalnya sistem Belanda,
sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat. Sistem Belanda atau tata buku
disebut juga sistem Kontinental. Sistem Inggris dan Amerika Serikat disebut
Sistem Anglo- Saxon2. Perkembangan Akuntansi dari Sistem Kontinental ke Anglo-
Saxon Pada abad pertengahan, pusat perdagangan pindah dari Venesia ke Eropa
Barat. Eropa Barat, terutama Inggris menjadi pusat perdagangan pada masa
revolusi industri. Pada waktu itu pula akuntansi mulai berkembang dengan pesat.
Pada akhir abad ke-19, sistem pembukuan berpasangan berkembang di Amerika
Serikat yang disebut accounting (akuntansi). Sejalan dengan perkembangan
teknologi di negara itu, sekitar pertengahan abad ke-20 telah dipergunakan
komputer untuk pengolahan data akuntansi sehingga praktik pembukuan berpasangan
dapat diselesaikan dengan lebih baik dan efisien. Pada Zaman penjajahan
Belanda, perusahaan- perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi
tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan
berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya teknik
pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo- Saxon) mulai
diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia
berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo- Saxon).
SUDUT
PANDANG SEJARAH
Beberapa
waktu yang lalu, akuntansi memperlihatkan kemampuannya untuk menarik perhatian
publik melalui akuntansi dan pengukuran sumber daya manusia, pelaporan dan
audit atas tanggungjawab sosial berbagai organisasi. Saat ini akuntansi
beroperasi antara lain dalam lingkungan perilaku, sektor publik dan
Internasional. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar,
baik domestik maupun internasional. Akuntansi telah meluas ke dalam area
konsultasi manajemen dan melibatkan lebih besar porsi teknologi informasi dalam
sistem dan prosedurnya. Dengan demikian akuntansi jelas tanggap terhadap
stimulus lingkungan.
Menurut
Choi dan Muller (1998; 1) bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang
akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu
(1) faktor lingkungan, (2) Internasionalisasi dari disiplin akuntansi, dan (3)
Internasionalisasi dari profesi akuntansi. Ketiga faktor tersebut dalam
perjalanan/perkembangan akuntansi sangat berperan dan menentukan arah dari
teori akuntansi yang selama bertahun-tahun dan dekade banyak para ahli
mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan teori akuntansi dan
ternyata mengalami kegagalan dan hal tersebut menyebabkan terjadinya evolusi
dari ”theorizing” ke “conceptualizing”.
Iqbal,
Melcher dan Elmallah (1997:18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai
akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi
di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh
dunia. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang
diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan
lingkungan bisnis. Berikut ini karakteristik era ekonomi global:
a. Bisnis
internasional.
b. Hilangnya
batasan-batasan antar negara era ekonomi global sering sulit untukmengindentifikasi
negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan
multinasional.
c. Ketergantungan pada
perdagangan internasional.
Sejarah
akuntansi merupakan sejarah internasional. Kronologi berikuk ini menunjukkan
bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuanya untuk
diterapkan dari satu kondisi ke kondisi lainnya sementara di pihak lain
memungkinkan timbulnya pengembangan teres-menerus dalam bidang teori dan
praktik di seluruh dunla. Sebagai permulaan, sistem pembukuan berpasangan
(doithfe-entru Lookkreping), yang umumnya dianggap sebagai awal penciptaaa
akuntansi seperti yang kita ketahui selama ini, berawal dari negam-negah kota
di Italia pida abad ke-14 dan 15.
Perkernbangannya
didorong oleh pertumbuhan perdagangan intemasional di Italia Utara selama masa
akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam
mengenakan pajak terhadap transaksi komersial. ”Pembukuan Italia” kemudian
berilih ke Jerman untuk membantu para pedagang pada zaman Fugger dan Kelompok
Hanseatik. Pada waktu yang hampir bersamaan, para filsuf hitvis di Belanda
mempertajam cara menghitung pendapatan periodik dan aparat pemerintah di
Prancis menemukan keuntungan menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan
dan akuntabilitas pemerintah. Perkembangan Inggris Raya menciptakan kebutuhan
yang tak terelakkan lagi bagi kepentingan komersial Inggris untuk mengelola dan
mengendalikan perusahaan di daerah koloni, dan untuk pencatatan perusahaan
kolonial mereka yang akan diperiksa ulang dan diverifikasi. Kebutuhan-kebutuhan
mi menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi pada tshun 1850-an dan suatu
profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris selama
tahun 1870-an. Paktik akuntansi laggris memyebar luas tidak hanya di seluruh
Amerika Utara, tetapi juga di seluruh wilayah Persemakmuran Inggris yang ada
waktu itu.
Akuntansi
internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan
prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar
akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya.
Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan
dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan
bisnis.
Akuntansi
Dan Bisnis Internasional
Beberapa
waktu yang lalu, akuntansi memperlihatkan kemampuannya untuk menarik perhatian
publik melalui akuntansi dan pengukuran sumber daya manusia, pelaporan dan
audit atas tanggungjawab sosial berbagai organisasi. Saat ini akuntansi
beroperasi antara lain dalam lingkungan perilaku, sektor publik dan
Internasional. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal
besar, baik domestik maupun internasional. Akuntansi telah meluas ke dalam area
konsultasi manajemen dan melibatkan lebih besar porsi teknologi informasi dalam
sistem dan prosedurnya. Dengan demikian akuntansi jelas tanggap terhadap
stimulus lingkungan. Menurut Choi dan Muller, ada tiga kekuatan utama yang
mendorong bidang akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang
terus tumbuh, yaitu (1) faktor lingkungan, (2) Internasionalisasi dari disiplin
akuntansi, dan (3) Internasionalisasi dari profesi akuntansi. Ketiga faktor
tersebut dalam perjalanan/perkembangan akuntansi sangat berperan dan menentukan
arah dari teori akuntansi yang selama bertahun-tahun dan dekade banyak para
ahli mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan teori akuntansi dan
ternyata mengalami kegagalan dan hal tersebut menyebabkan terjadinya evolusi
dari “theorizing” ke “conceptualizing”.
Sumber :
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)

