Minggu, 18 Desember 2011

 “Review Jurnal”



KOPERASI MEWUJUDKAN KEBERSAMAAN DAN KESEJAHTERAAN:
MENJAWAB TANTANGAN GLOBAL DAN REGIONALISME BARU


Noer Soetrisno


Nama Kelompok:

1. Cinthia Febriani             (21210595)

2. Fathia Nafira Fariz        (29210128)

3. Sarah Nadia                  (28210925)

4. Susilona Agustina         (26210757)

Kelas: 2EB10

Abstrak

  Membangun sistem Perekonomian Pasar yang berkeadilan sosial tidaklah cukup dengansepenuhnya menyerahkan kepada pasar. Namun juga sangatlah tidak bijak apabila menggantungkan upaya korektif terhadap terhadap ketidakberdayaan pasar menjawab masalah ketidakadilan pasar sepenuhnya kepada Pemerintah. Harus ada koneksi antara masyarakat dengan pemerintah dalam upaya membangun sistem ekonomi koperasi yang adil.
      Hendaknya masyarakat aktif dalam mengeluarkan suaranya, dan memberitahukan masalah-masalah dan keluhan yang sedang mereka hadapi kepada pemerintah dan hendaknya pemerintah menerima suara-suara dan aspirasi masyarakat dan berusaha mencarikan solusi bagi mereka. Dengan sistem ini di harapkan koperasi Indonesia dapat bertahan dalam menjawab tentangan globalisme yang sekarang ini terjadi.

II. Pembahasan

1. Pemerintah di negara-negara berkembang memainkan peran ganda dalam pengembangan koperasi dalam fungsi "regulatory" dan "development".
2. Koperasi sejak kelahirannya disadari sebagai suatu upaya untuk menolong diri sendiri secara bersama-sama. Oleh karena itu dasar "self help and cooperation" atau "individualitet dan solidaritet" selalu disebut bersamaan sebagai dasar pendirian koperasi.
3. Runtuhnya rejim sosialis Blok-Timur dan kemajuan di bagian dunia lainnya seperti Afrikatelah menjadikan gerakan koperasi dunia kini praktis sudah menjangkau semua negara di dunia, sehingga telah menyatu secara utuh. dan kini keyakinan tentang jalan koperasi itu telah menemukan bentuk gerakan global.
4. Di bawah arus rasionalisasi subsidi dan independensi perbankan ternyata koperasi mampu menyumbang sepertiga pasar kredit mikro di tanah air yang sangat di butuhkan masyarakat luas secara produktif dan kompetitif.
5. Lingkungan keterbukaan  dan desentralisasi memberi tantangan dan kesempatan baru membangun kekuatan  swadaya koperasi yang ada menuju koperasi yang sehat dan kokoh bersatu.
6. Koperasi masih mampu menjangkau pelayanan kepada lebih dari 11juta nasabah, jauh diatas kemampuan kepiawwaian perbankan yang megah sekalipun.

Menyambut pergeseran tatanan ekonomi dunia yang terbuka dan bersaing secara ketat, gerakan koperasi dunia telah menetapkan prinsip dasar untuk membangun tindakan bersama. Tindakan bersama tersebut terdiri dari tujuh garis perjuangan sebagai berikut.
Pertama, koperasi akan mempu berperan secara baik kepada kepada masyarakat ketika koperasi secara benar berjalan sesuai jati dirinya sebagai suatu organisasi otonom, lembaga yang diawasi anggoanya dan bila mereka tetap berpegang pada nilai dan prinsip koperasi,
Kedua, potensi koperasi dapat diwujudkan semaksimal mungkin hanya bila kekhususan koperasi dihormati dalam peraturan perundangan,
Ketiga, koperasi dapat mencapai tujuannya bila mereka diakui keberadaannya dan aktifitasnya.
Keempat, koperasi dapat hidup seperti layaknya perusahaan lainnya bila terjadi "fair playing field".
Kelima, pemerintah harus memberikan aturan main yang jelas, tetapi koperasi dapat dan harus mengatur dirinya sendiri di dalam lingkungan mereka.
Keenam, koperasi adalah milik anggota dimana saham adalah modal dasar, sehingga mereka harus mengembangkan sumberdayanya dengan tidak mengancam identitas dan jatidirinya, dan,
Ketujuh, bantuan pengembangan dapat berarti penting bagi pertumbuhan koperasi, namun akan lebih efektif bila di pandang sebagai kemitraan dengan menjunjung tinggi hakekat koperasi dan diselenggarakan dalam kerangka jaringan.

III. Penutup

Koperasi Indonesia membangun kesejahteraan dalam kebersamaan telah cukup memiliki kekuatan dasar kekuatan gerakan. Daerah otonom harus menjadi basis penyatuan kekuatan koperasi untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan lokal dan arys pengaliran surplus dari bawah. Dengan mengembalikan koperasi pada fungsinya atas prinsip dan nilai dasarnya, koperasi akan semakin mampu menampilkan wajah yang sesungguhnya menuju keadaan "bersama dalam kesejahteraan" dan "sejahtera dalam kebersamaan".

Sumber: http//www.ekonomirakyat.org/edisi_17/artikel_1.htm

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates